Selasa, 09 Desember 2008

Lowongan Kerja Terbaru di Jobindo.com

Lowongan Kerja Terbaru di Jobindo.com

Link to Lowongan Kerja Terbaru di Jobindo.com

Receptionist

Posted:

Wanita, single, usia max 25 thn Tinggi min 165 cm Pendidikan min Diploma Pengalaman min 1 thn Berpenampilan menarik Memiliki kemampuan berkomun

GRAPHIC DESIGNER

Posted:

Lugass Digital Service, adalah perusahaan jasa cetak cepat Outdoor & Indoor yang sedang berkembang membutuhkan: GRAFHIC DESIGNER Syarat: ·Wanita,Â...

General Affairs

Posted:

Pria, usia max 35 thn Pendidikan S1 Hukum Pengalaman minimal 5 thn Memiliki kemanpuan leadership yang baik...

Graphic Designer

Posted:

Deskripsi Pekerjaan * Pria/Wanita, usia maks. 27 tahun * Pendidikan minimal D3 Design/Product * Pengalaman dibidang Graphic / Advertising / Produ...

Web Developer

Posted:

Web Developer (WD) ===================== Requirements: - Pria/Wanita - Single (belum menikah) - Maksimal usia 28 tahun - Pendidikan D3/S1 ...

Web Developer

Posted:

Web Developer (WD) ===================== Requirements: - Pria/Wanita - Single (belum menikah) - Maksimal usia 28 tahun - Pendidikan D3/S1 ...

Web Developer

Posted:

 Web Developer (WD) Requirements: - Pria/Wanita - Single (belum menikah) - Maksimal usia 28 tahun - Pendidikan D3/S1 Ilmu Komputer atau Design G...

Golf Operations Manager

Posted:

* Preferably single * At least 3 years experiences with proven track record in same capacity * Outstanding leadership qualities and effective writ...

Front Office Manager

Posted:

* Preferably single * Good appearance * Bachelor or Diploma degree in Hospitality / Tourism Management, at least 3 years experiences with proven t...

MICE/ Events Manager

Posted:

* Male/ Female, preferably single * Bachelor or Diploma degree in Hospitality / Tourism Management with proven track record, at least 2 years experi...

Sales Manager

Posted:

* Female, preferably single * Good appearance * Bachelor or Diploma degree in Hospitality / Tourism Management, at least 2 years experiences with ...

Executive Chef

Posted:

* Bachelor or Diploma degree in Hospitality / Tourism Management, at least 2 years experiences with proven record in Food & Beverage Department ...

Human Resources Manager

Posted:

* Bachelor degree from a reputable university with proven track record, at least 5 years experiences in same capacity * Outstanding leadership quali...

JAVA programmer

Posted:

-Mempunyai pengalaman minimal 2 tahun dalam pembuatan aplikasi berbasis JAVA,PHP dan MYsql. -Bisa memakai OS Linux merupakan nilai tambah -Lamaran l...

INTERNAL AUDIT MANAGER

Posted:

Handle Team to Audit Must Experience Min 2 Years as Audiotor S1 Accounting understand Banking Regulation....

WAITRESS

Posted:

General Requirements: . Chinese Restaurant as a Waitress background is preferable. . Min. 2 years experience in the same position . High Motivated,...

HRD - GA STAFF

Posted:

Persyaratan :    - Laki-laki    - Pendidikan Min.D3 / S1 / sederajat    - memiliki pengalaman min. 1 thn di bidang yang sama    -...

SALES TRAINER OFFICER

Posted:

Job Requirements : - Bachelor Degree, preferably of Industrial or chemical engineering - Below 28 years of age - Min 2 years experience in sales/m...

Cost Accounting staff

Posted:

Menghitung cost hasil produksi, stock opname, dan lain-lain. Persyaratan :    - Laki-laki    - Pendidikan Min.D3 / S1 / sederajat    ...

IT Sales

Posted:

Requirement : Bachelor degreegraduated from IT background, GPA min 2.8   Minimum 2 years Experience in marketing IT produc...

Web Developer

Posted:

Position : Web Developer   Requirement :   Male, age max 30 years old   Bachelor degree (S1) majoring in Infor...

Tips Berkelit dari Pertanyaan Sulit Saat Wawancara

Wawancara merupakan bagian dari proses seleksi karyawan yang sering membuat siapa pun yang menghadapinya ketar-ketir. Berbeda dengan proses lainnya yang mungkin masih bisa ditebak, wawancara kerja sama sekali tak terduga, terutama pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan.

Namun, tak berarti Anda boleh menyerah begitu saja. Selama Anda melakukan persiapan matang, semuanya dapat diantisipasi. Seberapa pun mepetnya waktu Anda sebelum menghadapi wawancara kerja, tak ada alasan untuk tak menyiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan sulit. Pertanyaan apa saja yang dianggap sulit oleh sebagian besar pencari kerja dan bagaimana berkelitnya?

Pertanyaan Bersifat Pribadi

Pertanyaan yang menyangkut rahasia pribadi sangat sulit untuk dijawab. Sayangnya, pewawancara sering mengorek masalah yang bersifat pribadi, misalnya menanyakan latar belakang Anda (orangtua, saudara, suami, anak, status, dan sebagainya). Terkadang, ada orang-orang yang tidak suka kehidupan pribadinya dikorek-korek.
Untuk merespons pertanyaan yang bersifat pribadi, Anda dapat memilih cara berikut:

- Menjawab langsung secara diplomatis dengan kesadaran bahwa pertanyaan tersebut tidak berhubungan langsung dengan pekerjaan/jabatan yang dilamar.
- Bertanya dulu tentang relevansi dari pertanyaan yang diajukan dengan jabatan yang dilamar. Setelah itu baru berikan jawaban yang tepat, sesuai konteksnya.
- Anda bisa menolak untuk menjawab jika dirasa sangat mengganggu privasi. Gunaka cara-cara halus dan diplomatis agar si penanya tak merasa dilecehkan.

Mengapa Anda meninggalkan perusahaan yang terakhir/Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda yang sekarang?

Ini adalah pertanyaan sulit yang harus Anda tangani secara efektif. Perlu Anda camkan, apa pun jawaban Anda terhadap pertanyaan ini, Anda tidak akan ditawari pekerjaan. Sebaliknya, jawaban yang terkesan negatif atau lemah mampu menyisihkan Anda dari persaingan. Membuat Anda harus keluar arena.

Kalau Anda berhenti dari perusahaan kemarin tidak terlalu baik, berhati-hatilah menjawabnya. Cara terbaik adalah mengungkapkannya, tapi berikan jawaban secara diplomatis. Kalau alasan Anda karena adanya perampingan di tubuh perusahaan, Anda dapat langsung menjawabnya dengan baik, singkat, dan terus terang sehingga kepindahan Anda terkesan tidak bersifat pribadi.

Hindari jawaban emosional, seperti, “Saya sudah bete dengan perusahaan itu. Saya memilih berhenti karena saya sudah tidak tahan lagi dengan manajemennya.” Atau Anda menjawab,”Wajar saja saya minta berhenti, bosnya itu lho, aduh saya tidak cocok dengan beliau karena tidak capable banget sebagai atasan.”

Mengapa Kami Harus Merekrut Anda?

Ini adalah kesempatan Anda untuk ‘menjual’ diri. Sebenarnya ini adalah alasan utama mengapa mereka perlu mewawancarai Anda. Untuk menyiasatinya, jawablah poin per poin tentang apa saja yang ingin Anda berikan pada mereka. Pastikan Anda mengatakannya dengan tepat mengapa mereka harus memberikan pekerjaan itu kepada Anda.

Catatlah apa saja yang membuat Anda unik. Jangan lupa tambahkan potensi yang ada dalam diri Anda, yang akan membantu membedakan Anda dari semua calon lain. Hindari memberikan jawaban yang umum, seperti, “Saya ini pekerja keras dan punya motivas yang tinggi terhadap pekerjaan. Saya juga bisa bekerja di bawah tekanan.” Kedengarannya terlalu biasa. Berilah jawaban yang lebih spesifik apa yang bisa Anda berikan pada perusahaan.

Anda bisa menjawab, ”Dengan keahlian dan pengalaman saya sekian tahun di perusahaan sejenis, dan pelatihan yang telah saya dapat di bidang (sebutkan), saya yakin dapat dengan cepat memberi kontribusi yang dibutuhkan setiap anggota tim di divisi ini.”

Mengapa Anda tertarik bekerja di perusahaan ini?

Tujuan dari pertanyaan ini sebenarnya, mereka ingin tahu minat Anda bergabung di perusahaan tersebut dan apa yang membuat posisi itu begitu menarik perhatian Anda. Untuk dapat menjawab pertanyaan ini, dibutuhkan informasi sebanyak-banyaknya tentang perusahaan dan posisi tersebut.

Cari tahu kabar terakhir perusahaan yang dituju. Jangan hanya menjawab “Ya, karena suka saja.” Karena itu menunjukkan secara jelas ketidaksiapan Anda. Untuk mengalihkan pertanyaan dan menunjukkan Anda benar-benar tertarik, Anda bisa mengajukan pertanyaan kepada si pewawancara, sehingga di mata mereka Anda terlihat lihai dan sungguh-sungguh berminat.

Apa kelemahan Anda?

Anda boleh saja mengungkapkannya secara jujur, tapi jelaskan juga bagaimanaa Anda memperbaiki kelemahan sehingga jadi kelebihan. Kuncinya, mengangkat suatu kelemahan yang akan dirasakan sebagai kekuatan Anda.

“Kelemahan saya adalah tidak bisa mengatakan tidak. Seberat apa pun tugas yang diberikan, meski dengan tenggat yang tidak realistis, saya tetap tidak bisa menolaknya. Padahal ini kurang baik karena membuat orang lain tidak disiplin pada jadwal. Mungkin karena saya menganggap ini adalah tantangan, jadi saya memilih mengambilnya.”

Apa kegagalan terbesar Anda?

Pertanyaan ini bertujuan untuk mencari tahu mengapa hal itu penting, dan apa yang telah Anda pelajari dan capai dari kegagalan tersebut. Anda bisa mengungkapkan suatu kejadian di mana Anda telah berusaha sekuat tenaga, melakukan semuanya sesuai prosedur dan menunjukkan kreativitas Anda dalam mengambil keputusan, namun kegagalan itu tetap terjadi karena itu di luar kuasa Anda.

Atau, Anda dapat mengidentifikasi sebuah situasi di mana pada awalnya Anda gagal, tapi pada akhirnya Anda menuai keberhasilan. Ketekunan dan kemampuan Anda dalam menyelesaikan persoalan akan terlihat, serta menempatkan Anda dalam posisi yang baik di depan pewawancara.

Berapa gaji yang Anda harapkan?

Inilah bagian tersulit dari wawancara. Jangan menyebut angka yang terlalu tinggi karena membuat mereka mengangkat dahi. Namun, hindari menyebut angka yang terlalu rendah yang mengesankan Anda murahan. Untuk amannya, cari tahu standar gaji perusahaan sejenis.

Anda boleh tidak langsung menyebutkan angka saat itu, tapi katakan Anda akan bernegosiasi bila Anda yakin diterima di perusahaan tersebut. Kalaupun Anda ingin mengatakan, jangan sebutkan angka pasti, melainkan kisarannya. Bila memungkinkan, sah-sah saja Anda bertanya balik kepada si pewawancara, kira-kira dengan kemampuan Anda berapa harga yang layak diberikan perusahaan untuk Anda.

Sesulit apa pun pertanyaan yang diajukan, pasti akan terasa mudah kalau Anda mempersiapkan diri. Kalau Anda selalu punya jawaban untuk pertanyaan sulit, maka 80 persen keberhasilan berada di tangan Anda.

Tips Menjawab Pertanyaan Sulit Saat Wawancara

Wawancara kerja masih jadi momok bagi sebagian besar para pencari kerja. Padahal, dengan sedikit taktik Anda bisa, kok, berkelit dari pertanyaan-pertanyaan "jebakan". Kami bagi rahasianya.

Pertanyaan "masa depan"

Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam sebuah wawancara adalah bagaimana peta karir kita di masa datang. Misalnya saja, "di mana Anda lima tahun mendatang?".

Menurut Caroline Levchuck, konsultan karir dari Yahoo!HotJobs, untuk menjawab pertanyaan seperti itu, pilih untuk mengungkapkan kelebihan Anda. Jangan memberikan detil rencana karir Anda, namun diskusikan hal-hal yang menurut Anda penting untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme dan apa rencana Anda untuk mencapainya.

Pertanyaan "gaji"

Tidak mungkin sebuah perusahaan merekrut karyawan tanpa bertanya atau mengetahui gaji yang akan diberikan. Banyak orang yang takut untuk menyebutkan nilai nominal tertentu untuk permintaan gajinya. Padahal mengatakan, "terserah atau mengikuti standar gaji di sini," juga bukan jawaban yang mencerminkan profesionalitas.

Bila Anda ditanya gaji yang diminta, cobalah untuk membelokkan pertanyaan dengan mencari keterangan mengenai standar gaji yang berlaku untuk posisi yang akan Anda masuki. Bila si penanya tetap meminta Anda menyebutkan angka, berikan jawaban berupa kisaran angka. Untuk menemukan kisaran yang tepat, pikirkan jumlah gaji yang Anda inginkan, gaji Anda sekarang dan standar gaji di pasaran untuk posisi Anda. Pertanyaan mengenai gaji termasuk hal penting, karena itu persiapkan jawabannya dengan baik.

Pertanyaan "mengapa"

Ada perbedaan besar antara pede dan membual. Bila Anda ditanya mengapa mereka harus menerima Anda, maka jawablah dengan jujur dan percaya diri tentang keterampilan dan kelebihan Anda. Tapi hindari bicara terlalu berlebihan atau membual.

Mungkin awalnya agak sulit membicarakan kelebihan diri sendiri, karena itu jangan segan berlatih. Sambil berkaca di depan cermin, katakan, "Saya orang yang bertanggung jawab, berintegritas, punya jaringan yang luas. Saya selalu gigih mencapai tujuan saya,", dan kelebihan-kelebihan lainnya.

Pertanyaan "aneh"

Banyak pertanyaan tak terduga dan mungkin terdengar aneh, dalam sebuah wawancara. Misalnya saja, pertanyaan "jika Anda pohon, maka pohon apakah Anda?", atau binatang, atau mobil. Jawaban dari pertanyaan ini akan memberikan gambaran bagi si penanya untuk mengetahui kepribadian calon karyawan, termasuk juga motivasi serta kekuatannya.

Bila Anda diberi pertanyaan seperti ini, jangan panik. Tarik napas dan tenangkan diri sebelum menjawabnya. Ingatlah bahwa tidak ada jawaban "benar atau salah" untuk pertanyaan ini. Terkadang pertanyaan ini juga dilontarkan untuk melihat reaksi Anda dan bagaimana Anda mengatasi hal-hal tak terduga.

Delapan Pertanyaan Jebakan Saat Wawancara

Sebagian besar pemburu pekerjaan mengakui mengalami perasaan yang beraneka ragam, mulai dari perasaan tidak tenang sampai rasa panik berlebihan. Supaya tidak panik, ikuti beberapa tip sederhana berikut ini.

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Persiapan yang baik akan memberikan rasa percaya diri dan mengurangi kegelisahan Anda. Tuliskan draft jawaban untuk pertanyaan yang paling sering diajukan wawancara dan praktikkan cara Anda menjawab dengan suara keras. Anda pun harus mengetahui mengenai latar belakang perusahaan tersebut.

Selain itu, siapkan juga beberapa pertanyaan untuk diajukan kepada pewawancara. Hal ini memperlihatkan kepada pewawancara bahwa Anda memang tertarik pada posisi yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut.

Ini mungkin remeh, tapi tak kalah penting; pastikan Anda mengetahui alamat dan lokasi perusahaan tersebut dengan baik, jangan sampai Anda terlambat karena tersesat.
Walau pertanyaan yang diajukan bervariasi, biasanya ada beberapa pertanyaan yang umum ditanyakan pada saat wawancara. Dengan membaca pertanyaan-pertanyaan berikut ini dan Anda mengembangkan jawabannya yang pas, maka Anda sudah memiliki permulaan yang baik.

1. Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?
Ini peluang Anda untuk "menjual" diri Anda. Uraikan dengan singkat dan jelas kelebihan yang Anda miliki, kualifikasi Anda dan apa yang dapat Anda sumbangkan bagi perusahaan tersebut. Hati-hati, jangan memberikan jawaban yang terlalu umum. Hampir setiap orang mengatakan mereka merupakan seorang pekerja keras dan memiliki motivasi. Berikanlah jawaban yang memperlihatkan keunikan yang Anda miliki.

2. Mengapa tertarik bekerja di perusahaan ini?
Pertanyaan ini merupakan salah satu alat bagi si pewawancara untuk mengetahui apakah Anda mempersiapkan diri dengan baik. Jangan pernah datang untuk sebuah wawancara pekerjaan tanpa mengetahui latar belakang perusahaan. Dengan memiliki informasi yang cukup mengenai latar belakang perusahaan tersebut maka pertanyaan di atas memberikan kesempatan kepada Anda untuk memperlihatkan inisiatif, dan menunjukkan apakah pengalaman serta kualifikasi yang Anda miliki sepadan dengan posisi yang diperlukan.

3. Apa kelemahan utama Anda?
Rahasia dalam menjawab pertanyaan di atas adalah dengan berkata jujur mengenai kelemahan Anda, tapi jangan lupa menjelaskan bagaimana Anda mengubah kelemahan tersebut menjadi kelebihan. Misalnya, bila Anda memiliki masalah dengan perusahaan terdahulu, perlihatkan langkah yang Anda ambil. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda memiliki kemampuan dalam mengenali aspek yang perlu diperbaiki dan inisiatif dalam memperbaiki diri Anda.

4. Mengapa berhenti dari perusahaan terdahulu?
Walaupun Anda berhenti dari pekerjaan terdahulu dengan cara yang tidak baik, Anda harus berhati-hati dalam memberikan jawaban. Usahakan untuk memberikan jawaban yang diplomatis. Bila Anda memberikan jawaban yang mengandung aspek negatif, kompensasikan jawaban tadi dengan jawaban yang positif. Bila Anda mengeluhkan tentang pekerjaan terdahulu, maka hal ini tidak memberi poin apa-apa buat Anda.

5. Bagaimana Anda mengatasi masalah?
Tidak mudah memberikan jawaban bila Anda mendapatkan pertanyaan seperti di atas, terutama bila Anda baru lulus dan tidak memiliki pengalaman kerja. Pewawancara ingin melihat apakah Anda dapat berpikir kritis dan mengembangkan solusi tanpa melihat jenis permasalahan yang Anda hadapi, bahkan walaupun Anda tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Gambarkan langkah-langkah yang Anda lakukan dalam memprioritaskan pekerjaan. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda bertanggungjawab dan tetap dapat berpikir jernih walaupun sedang menghadapi masalah.

6. Prestasi apa yang dibanggakan?
Rahasia dari pertanyaan di atas adalah dengan menyeleksi dan memilih secara spesifik prestasi yang berhubungan dengan posisi yang sedang ditawarkan. Walaupun Anda pernah menjuarai bola basket pada waktu kuliah, tetapi ini bukan merupakan sebuah jawaban yang diharapkan. Berikan jawaban yang lebih profesional dan lebih relevan. Pikirkan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut dan kembangkan contoh yang memperlihatkan bagaimana Anda dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.

7. Berapa gaji yang Anda harapkan?
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang tersulit terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman kerja yang cukup.Yang perlu Anda lakukan sebelum wawancara adalah mencari tahu pasaran gaji untuk posisi yang ditawarkan agar Anda dapat memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Beritahu pewawancara bahwa Anda terbuka untuk membicarakan mengenai kompensasi bila saatnya tiba. Bila terpaksa, berikan jawaban yang berupa kisaran angka, bukan angka tertentu.

8. Bisa ceritakan mengenai diri Anda?
Mungkin pertanyaan di atas tampaknya mudah tetapi pada kenyataannya tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Yang pasti Anda harus menyadari bahwa pewawancara tidak tertarik untuk mengetahui apa yang Anda lakukan di akhir pekan ataupun dari daerah mana Anda berasal. Pewawancara berusaha mengetahui Anda secara profesional. Siapkan dua atau tiga poin mengenai diri Anda, baik pengalaman kerja maupun sasaran karir Anda dan tetap konsisten. Rangkum jawaban Anda dengan mengungkapkan keinginan Anda sebagai bagian dari perusahaan tersebut. Bila memiliki jawaban yang mantap maka hal ini dapat membawa Anda pada pembicaraan yang memperlihatkan kualifikasi Anda.

Yang Perlu Ditanyakan Saat Wawancara

Ada banyak orang merasa terjebak dalam pekerjaan yang "salah". Salah satu penyebabnya, karena kurangnya informasi mengenai pekerjaan yang akan dijalani. Banyak calon pekerja yang enggan bertanya, meski kesempatan itu diberikan pada saat wawancara.

Entah karena sungkan atau takut mendapat cap "belum-belum sudah bawel". Padahal, boleh saja Anda bertanya, ketimbang sesat di jalan nanti. Apa saja yang pantas ditanyakan? Daftar berikut bisa membantu.

- Bagaimana dengan job description? Adakah bahan tertulis yang bisa dibaca?
- Apakah ini posisi baru? Bagaimana sejarah posisi ini sebelumnya?
- Apa yang diharapkan dari orang yang akan menduduki posisi itu?
- Apa keterampilan utama yang dibutuhkan untuk sukses dalam pekerjaan ini?
- Apa tantangan khusus yang mungkin dihadapi dalam posisi ini?
- Bagaimana kesuksesan diukur dalam pekerjaan ini? Dengan standar apa performa pekerjaan dievaluasi?
- Apakah akan memerlukan perjalanan (bepergian)?
- Kepada siapa Anda akan bertanggung jawab langsung?
- Apakah ada kesempatan untuk berkembang?
- Apakah ada kesempatan untuk mendapatkan pendidikan atau pelatihan-pelatihan baik di dalam atau luar perusahaan?
- Berapa gaji yang diberikan dan fasilitas lainnya (yang ini pantang Anda lewatkan)?

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design